.. Surat Cinta Untuk Rona ..

“Ada cinta yang membara” katamu.. Yg tak sempat terucapkan.. Menggantung pada langit-langit pikiran dengan aroma manis yg tak mampu menyembunyikannya lebih lama.. Mengendap,, mengintip,, berjingkat turun dari pikirmu.. Mampir pada sebuah lagu yg kemudian menyanyikannya untukku.. Sekali lagi membuat jantungku menari.. Berdegup dan berdegup.. Menggema di khayalku..

“Ada cinta yg membara” katamu.. “Untuk dia”.. Dan aku rasa itu aku..

Ada sesuatu yg tak pernah bisa hilang.. Aku tidak pintar dalam menjelaskan apa itu.. Seperti rasa yg tertinggal di langit-langit mulut setalah menyantap setangkup roti lapis selai kacang.. Seperti rasa yg tertinggal dalam dada setelah naik jetcoster untuk ke3 kalinya hari itu.. Seperti rasa yg tertinggal pada mata setelah menatap langsung matahari siang bolong.. Tertahan,, bertahan,, atau lebih tepatnya tak mampu kusingkirkan.. Menetap di tempat yg sama.. Persis seperti saat kau tinggalkan..

Aku baik-baik saja.. Jika kau bertanya-tanya.. Teringat padamu satu dua kali.. Tapi tak pernah sampai membuatku melakukan apa pun yg gila.. Pertama kali setelah sekian lama,, aku mungkin dapat dengan yakin mengatakan bahwa aku dalam kondisi yg bahagia.. Tidak ada lagi tangisan di bawah pancuran atau sebelum tertidur atau ketika mendengar lagu adele diputar di udara..

Ada beberapa pertanyaan yg tak pernah kutemukan jawabannya namun kini tak lagi membangkitkan rasa ingin tahuku.. Mungkin itu mengartikan sebuah keihlasan.. Keikhlasan yg datang ketika aku melepaskan..

Aku jg tidak mengerti,, apa yg kemudian membuatnya kali ini sama sekali berbeda.. Untukmu yg tak mudah menyerah dan aku yg telah melepaskan.. Namun dapat kukatakan,, meski ingatan akan segala hal yg kemudian membuatnya menjadi satu tidak mampu dengan jelas kugambarkan,, bahwa kamu akan slalu jadi rona merah di pipiku.. Bahkan ketika kupu-kupu cantik yg semula berterbangan di perutku telah kelelahan dan terlelap..

Cintamu yg membara,, yg kupikir untukku,, seperti mengejutkan kupu-kupu dalam perutku untuk kemudia mengepakan sayapny kembali.. Menyetrum dan menggelitik.. Membangkitkan emosi yg sama..

Entah apa kau membaca suratku ini.. Ataukah ada artinya bagimu kalaupun kau membacanya.. Aku hanya ingin mengingatkan bahwa kau akan selalu ada.. Lewat selai kecang,, jetcoster,, dan matahari.. Menjadi rona merah di pipi..

Dan ketika kau tau kalau aku disini bahagia.. Kuharap kau pun bahagia.. Dengan tetap terkadang teringat padaku saat hujan rintik-rintik turun dan para kodok mulai menyanyikan lagunya..

Bernyanyii,, sang hujan pun turun~

(See also Tamii’s and Gesti’s love letter).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.